Tim evakuasi dan keluarga korban saat menguburkan jenazah korban bom


Oleh : Ones Nesta Suhuniap

Negara tidak bisa menampilkan sikap egois dan sikap pengecut terhadap tuntutan TPNPB dan melakukan operasi militer di Nduga mengorbankan rakyat sipil. Apa lagi negara menyangkal bahwa aparatnya tidak membunuh rakyat sipil dan tidak melakukan pemboman lalu kenapa ada rakyat mengungsi ke hutan dan ada mayat-mayat  di temukan di sana itu karena apa ?

Negara ada karena ada rakyat dan negara berdiri kokoh diatas kedaulatan politik rakyat. Rakyat adalah manusia yang memiliki hak hidup, hak politik, hak ekonomi dan hak atas sosial budaya.

Hak adalah nilai universal yang dimiliki oleh setiap manusia. Manusia itu adalah rakyatlah membentuk sebuah negara sehingga jadilah Nation bangsa. Suatu bangsa dikenal karena ada nilai-nilai atau hirarki bangsa, jika negara tidak menghargai hirarki bangsa maka negara harus menghargai setiap pebedaan karakter, perbedaan budaya, perbedaan tradisi dan perbedaan bahasa serta keyakinan termasuk hukum patrinia yang ada di suatu suku karena semua itu adalah Hirarki bangsa.

Atas nama nasionalisme atas nama keutuhan negara, atas nama pembagunan dan atas nama kesejahtraan tidak bisa memberagus nilai-nilai tersebut. Apa lagi atas nama kedaulatan negara atas nama keamanan nasional membantai rakyat dengan kekuatan negara. Sangat sedih ketiga saat ini kita menyaksikan pembunuhan rakyat papua di Nduga seperti binatang.

Aparat negara menggunakan kekuatan berlebihan membunuh rakyat di nduga, baik pembunuhan secara pisik, pembunuhan metal, pembunuhan karater serta pisikologi. Hari ini  banyak rakyat mengungsi ke hutan, banyak yang jadi korban diduga ditembak aparat TNI/POLRI pada saat mengejar TPN-PB.

Tim evakuasi korban bom, saat mengevakuasi korban bom yang sudah membusuk

Negara tidak pernah mencari solusi penyelesaian konplik politik di papua dan terkesan sedang menelihara konflik di papua dan sangat sedih jika mendegar pernyataan Wiranto.

Negara tidak mau berunding dengan TPN-PB dan menolak permintaan perundingan dan tuntutan hak penentuan nasib sendiri itu sangat mengerikan. Karena negara sedang mempertontonkan ketidakmampuan negara menyelesaikan suatu persoalan. Sangat aneh dan disayangkan lagi adalah sikap seorang anggota DPRRI yang mengatakan bahwa TPN-OPM didaftarkan organisasi teroris  di PBB itu sangat dini dan prenatur.

Ya indonesia saat ini sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB tidak tetap bisa lakukan itu tetapi relevan tidak ? TPN-PB tidak selevel dengan  Isis, jadi tidak pas Karena TPN-PB perang melawan TNI/POLRI di papua itu jelas tuntutanya. Mereka meminta hak merdeka secara politik, secara ekonomi dan sosial budaya.

Negara hagus menghapus istikmanisasi KKBS, separatis, Gerombolan dan istikma lain terhadap Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Pernyataan Wiranto menolak tuntutan TPN dan pernyataan anggota DPRRI itu menujukan negara panik tapi juga nenunjukan sikap negara pengecut. Negara harus berani mengambil resioko apa pun dan siap menyelesaukan tuntutan TPNPB dan negara juga siap mengakui bahwa akar persoalan di Papua itu adalah status politik papua dalam Indonesia belum Final.

Korban bom yang sudah membusuk saat dievakuasi

Suatu negara kuat karena menunjung tinggi nilai -nilai kemanusiaan dan keadilan serta negara siap mengambil konsekuensi mengahiri  konpilik politik ideologi di Papua. Hari ini negara sedang membunuh rakyat papua di nduga dengan alat negara.

 saat ini negara harus berikan rasa aman, negara harus menghomati setiap pebedaan, negara harus menghargai setiap pedapat, negara harus berikan kebebasan, dan negara harus mehargai perbedaan padagan politik dan ideologi.

Jika negara tidak mampu melindungi dan menghormati puluralisme yang ada berarti tidak lama negara akan bubar. Sikap negara tidak mengakui pembunuhan rakyat di Nduga dan tidak menghetikan operasi militer berarti negara siap telang pil pahit selanyutnya.

Negara indonesis tidak mengakui perjuangan TPNPB dan menolak tuntutan rakyat papua tanpah ditimbang, adalah sikap negara pengecut. Negara harus bertanggung jawab atas korban sipil di Nduga.

Penulis adalah Juru Bicara Nasional KNPB