Dekai,-Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di kota dekai belum normal. Walaupun pelayanan di apms berjalan normal dan stok premium tidak putus-putus, namun pedagang eceran masih menjual denagn harga Rp. 100 ribu perliter.
Salah satu pengendara ojek di dekai yang namanya tidak ingin dimediasi mengatakan, walaupun stok premium di apms sudah masuk dan tiap hari dilayani namun, harga premium eceran tetap sama harganya Rp. 100 ribu perliter.
“ Di apms kan bensin sudah ada dan dilayani dengan normal, namun kenapa diluar masih jual mahal-mahal ya? Terus , jerigen-jerigen yang antri banyak-banyak itu untuk apa? Yang besar-besar itu? “ ungkapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Menurutnya, pihak apms seharusnya tidak perlu layani dengan jerigen yang besar-besar. Sebab, setelah mengantri para pedagang akan menjual diluar dengan harga yang mahal.
“ Kalau kita ini kan pantas antri dengan jerigen, sebab kami ojek dan butuh stok premium yang banyak. Sebab, kami cari penumpang itu harus putar “ Katanya
Ia berharap, pihak apms supaya membatasi layani jerigen dan cukup pake yang di kendaraan saja. Dan juga kepada dinas perindagkop supaya bisa mengontrol pedagang eceran yang jual dengan harga yang mahal.
Sementara itu, Heri salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) mengatakan, akibat tidak ada bensin dan letak rumah yang jauh dari kantor, dirinya tidak masuk kantor selama empat hari.
“ Saya mau jalan bagaimana, bensin eceran sekarang masih jual Rp. 100 ribu perliter dan rumah saya juga di jalan gunung. Saya jalan antri di apms, mau masuk kantor jam berapa? “ Ungkapnya
Heri berharap, apms di dua tempat segera buka sehingga kendaraan bisa dibagi dua dan diluar juga harga bensinya supaya bisa dikasih normal sehingga perekonomian di yahuhukimo berjalan normal.
Dari pantauan media, satuan harga bbm eceran,premium dijual dengan harga Rp. 60 ribu hingga Rp.100 ribu per liter. Sedangkan Minyak Tanah Rp. 30 ribu. Dan tempat jualan bensin dan minyak tanah sampai detik ini masih banyak yang kosong. Jual premium dengan harga yang tinggi adalah OAP dan Non Asli Papua memutuskan untuk berdiam diri atau menyimpan untuk pakai kelak nanti.
Pewarta : JW Sagu Yahukimo

0 Comments