![]() |
| Margi saat berangkat ke Koroway. (Dok Pribadi) |
Wamena 3 Juli 2018. Hari ini puncak dari suka cita saya tiba. Saya akan ke Koroway menumpang helikopter milik maskapai penerbangan Helivida. Saya akan jadi guru untuk Suku Terasing Koroway. Sungguh gembira tiada tara. Bersyukur luar biasa.
Pagi hari, masih jam 06.00 WIT, suhu dingin kota Wamena masih menggigit tulang. Saya melawan suhu dingin yang mendekati 10 derajat celcius itu lalu mandi kemudian bersiap. Jam 07.00 saya meninggalkan asrama Pelajar Koroway YAPESMI di Jalan Irian menuju Hanggar heli. Saya melapor jam 7.30 dan tepat jam 08.00 saya sudah duduk di kokpit di samping Mathias Webber, pilot helikopter Helivida yang akan menerbangkan saya dari Wamena ke kampung Brukmahkot.
Saat duduk di kokpit, saya melipat tangan dan berdoa untuk keselamatan perjalanan ini. Hati saya penuh sukacita. Saat mata saya tertutup menghadap TUHAN, saya teringat kembali jalan panjang yang sudah saya lalui hingga saat ini saya duduk di kokpit di samping pilot untuk terbang ke wilayah Koroway.
Nama asli saya Imelda Author Hendrieta Kopeuw. Margi adalah nama julukan yang akan saya jelaskan artinya di akhir cerita ini.(*)
(*Penulis adalah anak muda Papua yang sedang mengabdikan diri untuk pendidikan di Koroway*)


0 Comments